Kamis, 31 Maret 2016
Senin, 28 Maret 2016
Tips Etika Reuni Sukses
Mumpung moment nya pas....
TIPS REUNI SUKSES
Perpisahan kita selama bertahun-tahun telah membentuk kita
seperti sekarang ini. Banyak perubahan terjadi dalam hidup kita selama
perpisahan itu baik secara fisik, sosial dan spiritual. Perubahan Fisik seperti
bentuk tubuh, dulu gemuk sekarang langsing, dulu langsing sekarang subur, dulu
cantik sekarang lebih cantik, dulu ganteng sekarang tambah ganteng, dulu kurang
sehat sekarang fit dst. Perubahan Status Sosial, karena kariernya yg cemerlang,
karena jabatan, karena bisnisnya, seseorang bisa menjadi kaya dan terpandang
atau sebaliknya masih prihatin karena bisnisnya kena krisis ekonomi, prihatin
kena PHK dst-dst. Perubahan Spiritual, dulu badung sekarang alim, dulu suka
nyontek sekarang jadi guru agama, dulu sopan sekarang lebih santun, dulu jarang
sholat sekarang taat, dulu lihat gereja saja males sekarang setiap hari ke
gereja, dst.
Berikut Tips Etika Reuni Sukses:
1. Kita hadir dalam reuni sebagai teman yang sederajat,
seperti waktu kita masih bersama-sama. Peserta reuni harus memiliki jiwa besar,
toleran dan mau menahan diri. Bersedia menanggalkan semua atribut dalam dirinya
seperti, jabatan, status sosial, kekayaan dll.
2. Legowo, bersedia dipanggil dan memanggil nama teman
seperti waktu masih bersama-sama (sekolah/kuliah), tidak memakai embel-embel
Pak, Bu, mbak, mas, dst.
3. Jangan membuat teman lain bad mood, minder, maka
sebaiknya Anda tidak ceritakan pekerjaan, keberhasilan bisnis, jabatan, status
sosial, kekayaan yang dimiliki, kehebatan anak, istri Anda, juga jgan bercerita
kegagalan Anda dll pada forum umum (didengarkan banyak orang). Jika ingin
berbagi cerita tentang hal ini bicarakan secara langsung/khusus kepada siapa
anda ingin berbagi cerita.
4.Jangan bergunjing, berceritalah yg wajar tentang kenangan
masa saat bersama-sama doeloe. Seperti cerita-cerita yg saat itu tidak
terceritakan.
5. Jangan cemburu, jika cowok/cewek yg dulu anda incar
tampak lebih dekat dan akrab dg teman yg lain. Atau jgn cemburu lagi jika
terungkap kisah cinta cowok/cewek incaran Anda, justru pada teman Anda sendiri.
Jadikan itu lelucon masa lalu saja jangan Baper (bawa perasaan). Semua sdh
berlalu, apalagi sekarang kita sdh memiliki keluarga sendiri.
Indikasi reuni sukses:
1. Akan terjalin persahabatan lebih akrab
2. Tidak kapok datang lagi dalam reuni berikutnya.
Ditulis oleh:
https://www.facebook.com/ocindah.gaknakal
dalam grup https://www.facebook.com/groups/SMPX5TANGERANG/
Ditulis oleh:
https://www.facebook.com/ocindah.gaknakal
dalam grup https://www.facebook.com/groups/SMPX5TANGERANG/
Draft Desain Atribut Reuni Akbar Sempel X5 2016 (Usulan)
USULAN
Setelah menyerap postingan Ocin Dah Gak Nakal, beserta
segenap komen yang muncul, utamanya dari Lili Hartini soal clbk; juga usul
Prasetyo Dewanto alias Catur soal yang pintar yang suka bolos; memahami harapan
yang diwakili Untung Ngatimin; serta tidak lupa memperhatikan kupingan rapat
panitia reuni melalui Wakil Angkatan yang hadir Elsya Aprianti Lisna Lilis yang
setia dikawal Gunawan Mulyono, dst... dst... maka dengan ini saya mengajukan
tema reuni "Reunion for Tomorrow."
Semoga teman2 Forum Wakil Angkatan dan Panitia Reuni
menyetujuinya. Draft atribut reuni-nya sebagai berikut:
Pesta Demokrasi Sempel X5
MEMILIH KETUA IKATAN ALUMNI SEMPEL
(menjawab pertanyaan panitia reuni via SMS)
Pada umumnya, ketentuan pemilihan ketua ikatan alumni itu
diatur dalam Anggaran Dasar. Biasanya, mekanismenya melalui kongres atau
musyawarah besar anggota. Nah, karena organisasinya belum ada, maka perlu
dibuat panitia persiapan dahulu. Tapi itu juga tidak mungkin, sebab kita belum
mampu menyelenggarakan Reuni Akbar Seluruh Angkatan.
Lalu bagaimana? Ya bersabar, dan melaksanakan apa saja yg
bisa dilaksanakan SEBELUM cita2 punya organisasi dan ketua alumni terwujud.
Karena itulah, yang bisa kita lakukan sekarang ini adalah
organisasi sementara yang meng-inisiasi ke arah pembentukan organisasi ikatan
alumni yang ideal. Prosesnya sudah bisa dilaksanakan yaitu berkumpulnya Ketua
Angkatan atau yang mewakili. Sayangnya kemarin tidak dilaksanakan
pelembagaannya. Coba dilakukan lagi, pada saat pertemuan dengan panitia reuni,
ketua2 angkatan membuat rapat pembentukan Forum Ketua Angkatan atau Forum Wakil
Angkatan.
Tata cara Rapat sebagai berikut:
1. Peserta rapat mengisi daftar hadir.
2. Peserta Rapat menetapkan pemimpin dan penulis rapat.
3. Pemimpin Rapat memeriksa peserta yang hadir apakah benar
mewakili angkatannya dan apakah jumlahnya memadai (kuorum minimal 2/3 x 12
angkatan. Jadi peserta rapat paling sedikit 8 orang yang setiap angkatan hanya
diwakili 1 orang.)
4. Jika terpenuhi syarat (4) ini, pemilihan bisa
dilaksanakan secara demokratis. Silakan diajukan atau mengajukan diri siapa
saja Calon Ketua Forum Wakil Angkatan.
5. Pemilihan Ketua FWA dilaksanakan secara aklamasi atau
pemilihan suara, dengan ketentuan 1 orang anggota FWA memiliki 1 hak suara.
6. Pemimpin rapat menetapkan Ketua dan Sekretaris FWA
terpilih berdasarkan urutan suara terbanyak. Atau bisa juga Sekretaris diangkat
oleh Ketua Terpilih.
7. Pemimpin Rapat melantik Ketua FWA Terpilih dan membuat
Berita Acara Rapat yang mencantumkan waktu dan tempat, hadirin, prosedur
pemilihan, dan penetapan Ketua FWA.
8. Selesai, foto bareng dll hehe.
Pekerjaan Ketua, Sekretaris, dan Anggota FWA adalah:
1. Meresmikan Panitia Reuni 12 angkatan yang sudah
dilengkapi strukturnya. Pengurus FWA sebaiknya ditentukan tidak boleh merangkap
jabatan Panitia Reuni.
2. Melaksanakan pemilihan Ketua Ikatan Alumni Angkatan
1981-1992 pada Reuni 4 September 2016. Dari sekarang hingga reuni nanti, Ketua,
Sekretaris, dan Anggota FWA berupaya menjaring tokoh-tokoh yang dinilai layak
dipromosikan sebagai bakal calon ketua ikatan alumni.
Demikian usulan saya, mungkin ada koreksi dan ide lain dari
kawan2 alumni X5 lainnya.
Salam Sempel
Membentuk Forum Wakil Angkatan
OSIS: BELAJAR BERORGANISASI USIA DINI
Waktu saya bilang saya dipilih menjadi ketua OSIS, bapak
menegur saya, sudah baca AD/ART belum? Waduh, ga tau apa itu. Saya pun ke rumah
kost pembina OSIS Pak Tito Sutanto dan mendapatkan berbagai dokumen AD/ART, dan
buku2 pembinaan generasi muda lainnya. Ada celetukan pak tito yang berkesan,
definisi pemuda itu ditetapkan secara politis. Warakadah, mana remaja ngerti
kalimat macam begitu waktu itu, apalagi di saat yg berkuasa rejim represif, ga
ada pendidikan politik yg memadai.
Semua tercatat tanpa niat di memori. Manfaatnya melekat
setiap saat. Kultur pendidikan organisasi Sempel berdayaguna saat kita
melanjutkan ke SMA. Pengalaman di OSIS, mempengaruhi rasa percaya diri kawan2
Sempel berkiprah di SMA. Anak "Perum" ga minder tuh berada di tengah
kepungan siswa kota. Waktu pemilihan ketua OSIS SMA2, saya yang berasal dari
sekolah "baru" hanya kalah suara dari aktivis pramuka asal Mauk. Duta
SMP favorit SMPN1 bisa dilampaui. Ketua terpilih meminta saya menjadi wakilnya.
Bukan hanya saya, kawan2 Sempel lainnya juga berkiprah luar biasa di OSIS
SMAN2, ada Budi Hartono yang tercatat berkiprah fenomenal menggoyang tradisi
organisasi.
Ke perguruan tinggi, bekal pendidikan organisasi juga
berguna sekali. Dalam penataran P4 pola 100 jam yang diikuti 1700 mahasiswa baru
ITB, saya masuk 10 besar terbaik, dan wajib melanjutkan kegiatan untuk
penyusunan makalah bersama yang disampaikan ke BP7.
Terakhir, muara itu semua, tahun lalu saya mengambil alih
sebuah yayasan pendidikan dengan aset Rp30M di Bandung hanya dengan bekal
pendidikan organisasi. Yayasan pendidikan yang mengelola TK, SD, SMP, SMA ini
bisa dikuasai tanpa uang, tanpa pencitraan. Asli, apa adanya, hanya karena
memahami Anggaran Dasar yang termaktub dalam Undang Undang tentang Yayasan, dan
bekal obrolan warung kopi soal aplikasi strategi Sun Tzu dalam memetakan
permasalahan organisasi. Sudah tentu karena yayasan ini adalah organisasi
pendidikan, kita perlu juga memiliki kompetensi dan kapasitas dalam bidang
pendidikan. Kapasitas ini saya peroleh karena dulu sering menjadi relawan di
yayasan pendidikan. Kebetulan saja, Semuanya tersusun dalam kehidupan tanpa
niat dan hasrat.
BERORGANISASI ITU FARDU KIFAYAH
Ini sih fatwa dari orang sesat, bukan dari MUI. Nilai-nilai
dari kewajiban berorganisasi ini pastilah kawan2 rasakan dan ketahui. Mau
shalat berjamaah, rapikan dulu shaf-nya. Jika ada orang bertiga berjalan di
muka bumi, maka mereka harus mengangkat pemimpinnya. Begitulah kira2 kutbah
yang pernah saya dengar dari al-ustad Arif Budiman, pada suatu masa.
Jadi, umat alumni Sempel juga perlu memenuhi kewajiban
berorganisasi. Disebut fardu kifayah, artinya kita semua berdosa jika lalai
membangun organisasi kita, dan terhapus beban kewajiban kita semua itu jika di
antara kita sudah ada yang melaksanakannya. Begitu kata guru agama almarhum pak
Hudri.
Manteman, sekarang ini ada kesempatan bagi kita untuk
menyusun barisan. Wakil-wakil tiap angkatan sedang aktif berkumpul membahas
reuni. Reuni pasti terjadi, apa pun kondisi, karena sudah menjadi fitrah untuk
bersilaturahmi. Yang sayang bila dilewatkan adalah kesempatan untuk membangun
organisasi, yang fardu tadi.
Wakil-wakil Angkatan dapat menyisihkan waktu sejenak untuk
mendirikan Forum Wakil Angkatan Alumni Sempel Tahun 1981-1992. Disengaja
berkumpul atau tidak sengaja pun, manfaatkan waktu untuk membuat acara
pendirian dengan dilengkapi Berita Acara untuk legal formalnya. Wakil angkatan
diharapkan hadir semua atau sekurang-kurangnya mencapai kuorum yang umum, 2/3
dari keseluruhan jumlah angkatan.
Forum Wakil Angkatan (FWA) ini menggantikan peran Ikatan
Alumni yang kelak akan dibentuk. FWA akan memayungi dan menjadi wadah alumni
hingga nanti ikatan alumni berdiri saat alumni seluruh angkatan berkumpul, pada
reuni akbar yang lebih besar.
CATATAN AKHIR
FWA ini akan menjadi struktur organisasi yang membawahi
panitia reuni. Panitia Reuni (PR) diberi mandat dan amanat oleh FWA dan oleh
karena itu PR akan mempertanggungjawabkan program dan anggaran kepada FWA.
Satu kaidah yang harus dipenuhi adalah anggota FWA tidak
boleh merangkap pengurus PR, apakah pengurus inti maupun pengurus seksi.
Lebih ideal lagi jika wakil-wakil angkatan ini merupakan
Ketua Angkatan, sehingga organisasi bisa diberi nama Forum Ketua Angkatan
(FKA).
Demikian, semoga wacana ini bisa dipahami dan dijalani,
untuk silaturahmi yang lebih kokoh.
Salam Sempel!










